“Aku tak bisa memungkiri, bahwa setiap manusia pasti akan merasakan
fitrahnya, termasuk permasalahan ketertarikannya terhadap lawan jenis, maka
jika harus demikian, untuk apa jika hati ini aku tambatkan kepada siapa yang
bukan orangnya nanti, jika memang hati ini sangat peka terhadap pengaruh diri
yang memilikinya ketika hati ini salah dalam pengelolaanya”.
Kamu seperti
halnya ‘state’ yang tak cukup hanya dikaji ataupun dianalisa oleh para pemikir
realis. Dibalik wajah parasmu terukir sebuah keistimewaan yang tak dapat
kuhindari. Aku memandangimu seperti halnya berbicara langsung kepada Hans J.
Morgenthau yang menjadaikan ‘great state’ sebagai the main actor utama. Realis
saja tak dapat memahami gerak tubuhmu yang terdapat beberapa keindahan yang
kamu miliki apalagi aku yang hanya sebagai pengagum rahasia. Sungguh sangat
ironis bagiku teori ini tak mampu berbicara banyak tentang perihal cinta
padamu. Asal kamu tahu kaum realis ini hadir sebagai teori HI pertama setelah PD I terjadi
pada 1919. Aku berusaha mengkombinasikan namun hasil masih belum mampu aku gengggam.
Terjadilah beberapa pertentangan dalam batinku yang terus menguak disaat aku
masih ingin terus mencoba untuk terus menyetubuhi pikiranmu tanpa sedikitpun
berhenti dengan kepentingan-kepentingan. Realis memang terlalu mengagungkan
kepentingan seolah-olah ia adalah tuhan
bagi mereka. Kamu tidak bisa berpaling dari setiap nafsu yang kamu miliki. Jujur
aku tidak ingin berhenti mendekatimu seperti halnya Morghentau, Machiavelli,
Hobbes yang terus setia menemani realis.
Disisi lain, aku
pun juga mencoba memahamimu dengan teori lain. kata ‘peaceful’ adalah sebuah kata yang konotasinya tak perlu
diungkapkan lagi seperti halnya ‘iya’
yang sudah memiliki arti utuh dan menolak menyerap kata ‘tidak’. ‘tidak’ harus digabungkan dengan kata lain. Bersanding
bersama ‘peaceful’ bagi liberalis menjadi sebuah pemandangan elegent tersendiri.
Tak sembarang orang dapat memahaminya. Berbeda denganmu, kamu barangkali
mungkin sangat kompeten memahaminya. Aku juga percaya kamu pasti dapat
mengetahui apa maksud dari kata relevansi keduanya. Ini berbicara tentang teori
ini yang aku ungkapkan kepadamu. Teori ini sengaja aku ukir akibat ketidakmampuan
para realis mendekati hatimu yang masih utuh dari intervensi ‘stranger’. Ini adalah sebuah pemikiran
sederhana tentang liberalis. Benar ini memang liberal. Yang menganggap ‘state’ dan
dirimu utuh datang dari sifat manusia yang baik. Ini adalah opposite dari
realis. Kalau masalah setuju tidaknya melihat ‘state’ sebagai the main actor
aku berharap kamu membaca buku karangan Immanuel Kant nantinya. Kamu akan
menemukan beberapa pemahaman apa maksud berdamai bersamamu. Namun dia kecewa
terhadap pemikiran yang selalu ditekankan oleh para realis bahwa manusia
memiliki sifat serakah, sombong, mementingkan diri sendiri. Asal kamu tahu
liberal ingin memandangimu dengan penuh kehangatan, damai, sejuk, dan keindahan
tanpa adanya konflik dalam dirimu dengan yang lain. lagi-lagi ini kandas
ditengah jalan dengan alasan masih terjadi PD II 1943. Seperti yang tertera
dalam lirik lagu Isyana “tak pernah
terbayang akan terjadi seperti ini pada akhirnya, semua waktu yang pernah kita
lewati telah hilang dan sirna”. Jelas ini adalah akibat dari ketidakmampuan
yang dialami oleh para liberal yang ingin bersanding denganmu untuk selalu
berdamai dalam kepentingan nafsu antara kita.
Aku bermimpi
hidup seribu tahun lagi. Mimpi itu bercerita mengenai bekas-bekas luka
terdahulu. Ada beberapa persoalan mengenai kehidupan dari luka dan pilu.
Kehidupan memang tak dapat dijelaskan mengenai rasionalitas dalam subjek ini
adalah ‘aku dan kamu’. Seringkali manusia tidak ingin terikat dengan suatu
hubungan lain. akan tetapi pada prakteknya sering terbengkalai. Cinta punya
arti tersendiri dalam perjalanannya dan sering dikaitkan dengan kebahagiaan, kesayangan
dari setiap insan manusia dengan lainnya. Maka dibutuhkanlah ‘via media’ sebagai hipotesis realis dan
liberalis dalam memandangimu. Oleh karena itu lahirlah english school sebagai
anggapan yang tak ingin memandangimu tanpa unsur paksaan ataupun terlalu
pesimistic demi mendapatkan cintamu yang seutuhya.

Kasmaran mas!!
BalasHapusiya mas, lagi jatuh hati ni kayak,e heuheu
Hapus