Powered By Blogger

Rabu, 28 Oktober 2015

Konstruktivisme



Dekade terakhir abad 20 ditandai dengan perubahan signifikan pada skala global. Berakhirnya perang dingin dan konfrontasi ideologis, menurunnya kedaulatan negara, dan penyebaran globalisasi telah memicu pemikiran akademis dalam disiplin ilmu hubungan internasional dan melahirkan debat akademik tentang sifat dari politik global.

Berbicara Hubungan Internasional, maka kita akan terbayang-bayang dengan teori atau pendekatan yang dari dulu telah eksis seperti realisme dan liberalisme. Namun akhir-akhir ini muncul satu pendekatan baru yang dikenal konstruktivisme. Konstruktivisme sendiri lahir pada 1980-an akibat debat neorealisme dan neoliberalisme, hal ini didasarkan karena kubu konstruktivisme ingin menjebatani atau penengah di antara kedua belah pihak. Konstruktivisme sendiri masih belum dapat dikatakan sebagai sebuah teori selayaknya realisme dan liberalisme, namun disebut sebagai sebuah perspektif (Steans et al, 2010:186).

Rabu, 21 Oktober 2015

Liberalisme



Dalam studi Hubungan Internasional terdapat berbagai perspektif mengenai fenomena ataupun permasalahan yang terjadi dalam lingkup nasional maupun internasional. Liberalisme muncul antara abad ke-17 dan 19 di Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat. Tokoh-tokoh liberal seperti filsuf Prancis pra-revolusi Voltaire (Francois Marie Arouet) (1694-1778), yang memerangi intoleransi dan takhayul, Denis Diderot (1713-1784), yang percaya pada nilai pengetahuan dan reformasi sosial. Tokoh liberal lain yang tak kalah saing adalah filsuf Jerman Immanuel Kant (1724-1804), yang mendukung ilmu pengetahuan dan nalar, menyukai kewarganegaraan global dan ungkapannya yang paling terkenal terutama bagi negara penganut demokrasi, bagi Kant demokrasi lebih damai daripada otokrasi. Negara demokrasi tidak akan mengalami konflik sesama negara demokrasi. Filsuf lain dari Inggris John Locke (1632-1704), yang berpendapat bahwa rakyat memiliki hak-hak yang tak bisa dicabut, dan paling terkenal yakni Adam Smith (1723-1790), penulis The Wealth of Nation, seorang bapak kapitalisme, penganjur perdagangan bebas, dan penentang perbudakan yang banyak dilakukan pada saat itu.

Rabu, 07 Oktober 2015

Realisme



Realisme telah lama menjadi salah satu pendekatan teoritis utama untuk studi hubungan internasional (HI). Ini adalah tradisi intelektual yang didasarkan pada konsep dan argumen tertentu tentang apa yang mengatur politik antarnegara-negara. Jadi, rumusan utamanya ditekankan pada sistem internasional dicirikan oleh anarki, dengan negara sebagai aktor utamanya, yang berdaulat dan bertindak rasional berdasarkan kepentingan nasional, terutama kepentingan keamanan dan survival. Untuk memastikan survival, negara terus-menerus meningkatkan kekuatan, yang pada akhirnya akan menimbulkan dilema keamanan dengan negara lain.

Selasa, 06 Oktober 2015

Understanding you is like state in IR



Aku tak bisa memungkiri, bahwa setiap manusia pasti akan merasakan fitrahnya, termasuk permasalahan ketertarikannya terhadap lawan jenis, maka jika harus demikian, untuk apa jika hati ini aku tambatkan kepada siapa yang bukan orangnya nanti, jika memang hati ini sangat peka terhadap pengaruh diri yang memilikinya ketika hati ini salah dalam pengelolaanya”.