Rakyat Indonesia kembali
dicemaskan isu pemakzulan KPK oleh DPR. Isu pemakzulan KPK mendadak ramai
dibincangkan. Lembaga independent pemerintahan
yang giat memberantas korupsi ini dianggap telah menyelewengkan kekuasan tanpa
bukti dan tebang pilih lawan. Atas tuduhan itu muncullah Panitia Khusus (Pansus)
hak angket oleh DPR. Sebelumnya DPR mengundang KPK dan mempertanyakan kembali untuk
mengklarifikasi keterlibatan enam anggota Komisi III DPR dalam kesaksian
penyidik KPK Novel Baswedan. Namun, KPK menolak.
perihalmimpi.blogspot.com
Selasa, 03 Oktober 2017
Kita dan Nalar Subyektifitas Koruptor
“Saya termasuk orang yang
berupaya mempertanyakan kembali rendahnya kepercayaan citra negatif di Parlemen.
Bagaimanapun wakil dakyat di Parlemen adalah orang pilihan dari daerah
masing-masing yang tidak gampang terpengaruh dengan pelbagai rayuan oportunisme.”
Begitulah kira-kira hemat saya menjawab pertanyaan, bukan bermaksud meninggikan
anggota dewan melainkan tetap menunjung keterbukaan obyektifitas nalar
berpikir.
Selasa, 05 Januari 2016
Beda Kepentingan Beda Gaya
Latar belakang sejarah, orientasi politik, dan hasrat untuk kepemimpinan
regional menjadi faktor yang mendasari persaingan Arab dan Iran. Tarik-ulur
pemerintahan Arab Saudi dan Iran tampaknya akan belum usai. Baru-baru ini dunia
timur tengah kembali dikejutkan dengan pemberitaan eksekusi tokoh ulama Syiah,
Sheikh Nimr al-Nimr sabtu (2/11). Sebelumnya al-Nimr terkenal sebagai tokoh
Syiah yang melakukan demonstrasi Musim Semi Arab, Arab Saudi. Menyusul eksekusi
tokoh ulama Syiah al-Nimr, puluhan pemuda Iran menyerbu dan membakar kantor
Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran (Kompas, 5/01/2016).
Senin, 28 Desember 2015
Ayah dan Bunda
Mereka adalah sosok yang sangat luar biasa dalam kehidupan kita, kita menjadi saksi perjuangan mereka yang begitu sangat.... luar biasa dalam kehidupan ini. Cucuran dan keringat yang keluar. Perginya ayah kita dari rumah kita untuk mencari nafkah pagi siang malam kadang tak pulang, ternyata semua itu dilakukannya untuk kita. Lalu bagaimana dengan bunda? Tidak pernah dihiraukan rasa sakit yang menderap, apalagi sakit dalam kandungannnya. Sembilan bulan kita berada dalam perutnya. Saat-saat yang menegangkan saat-saat kita dilahirkan, itu adalah rasa yang sangat berat yang dirasakan oleh ibunda kita. Yang ada di pikirannya hanya bagaimana kita keluar dengan selamat menatap dunia ini. Maka yang pantas bagi kita adalah apa? Kita mengangkat tangan kita bermunajah kita meminta kepada Allah untuk ayah dan ibunda kita
Minggu, 06 Desember 2015
Lagi-agi Voting Penentunya
Guncangan persoalan politik yang terjadi akhir-akhir ini memang biasa
terjadi pada awal pemerintahan yang menginginkan perubahan. Berangkat
dari sebuah rekaman tiga orang, kegaduhan “papa minta saham” mencuat dan
menyebar ke panggung politik nasional. Sebab hal ini sudah menjadi
wajar-wajar saja dipertontonkan mereka ke publik.
Jumat, 20 November 2015
Menyikapi Tragedi 13/11 PARIS
Pada dasawarsa kali ini
kita kembali dikejutkan dengan pengeboman yang terjadi di ibu kota Paris,
Perancis, membuat Eropa dan dunia kembali berduka. Diduga pengeboman ini
dilakukan kelompok militan ISIS (Islamic State of Iraq and Suriah).
Serangan ini mengakibatkan 170-an orang meninggal dan kemungkinan juga akan masih
terus bertambah. 6 lokasi menjadi tempat sasaran penembakan dan pelemparan bom
tempat-tempat seperti restoran, bar, dan gedung teater Bataclan yang menjadi
salah satu angka kematian terbanyak dalam teror ini yakni 112 teridentifikasi
meninggal dunia.
Kamis, 19 November 2015
ETIKA KAMPANYE PARA CALON PILKADA SERENTAK
Di
tahun 2015 Indonesia akan menyelenggarakan Pilkada Serentak tepatnya pada 9
Desember untuk tahap pertama sisanya digelar Februari 2016 untuk tahap kedua
dan Juni 2018 untuk tahap ketiga. Pertarungan akan segera dimulai lagi paska
berakhirnya Pemilihan Umum Presiden dan Legislatif di tahun 2014 lalu. Para Parpaol
mempersiapkan kaderisasi jauh-jauh hari sebelum pertarungan ini dimulai. Banyak
cara yang digunakan oleh Parpol untuk merekrut para calon dalam Pilkada kali
ini. Pemilihan yang selektif dan ketat harus diimplikasikan mengingat banyak
para calon yang hanya mementingkan dirinya sendiri jauh hari dengan mengabaikan
aktivitas sebelum Pilkada ini akan dimulai.
Rabu, 18 November 2015
Haruskah Setya Novanto (Ketua DPR-RI) Mundur?
Banyak
pihak beranggapan bahwa kasus pencatutan yang dilakukan Ketua DPR-R1 Setya
Novanto kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengenai PT
Freeport telah keterlaluan, apalagi sebagai orang nomer satu di parlemen
bertindak semena-mena yang seharusnya menjadi roda pengawas bagi pemerintahan
dan penyambung aspirasi bagi rakyat supaya tidak terjadi stagnasi antara Badan
Eksekutif dan Legislatif yang akan berdampak pada kebijakan demi kemajuan
ekonomi kedepannya. Memang hal ini belum terbukti secara jelas baik dari pihak
MKD sendiri yang belum memutuskan atau pun dari pihak pelapor (Sudirman Said).
Senin, 16 November 2015
Ketidakmampuan Filsafat Melihat Tuhan
Sungguh, saya sudah lama ingin membahas tentang pemikiran para filsuf melihat tuhan. Banyak hal yang menarik dari perspektif yang sengaja dibuat oleh para filsuf barat untuk terus mengelabui pemahaman kita tentang eksistensi Tuhan. Setelah berfikir dan terus merenungi para pemikir filsafat saya mendapatkan sebuah artikel menarik tentang permasalahan ini. Pikiran dan pemahaman tambah tidak karuan ketika akal saya berusaha keras tuk memahami apa itu ontologi, epistemologi dan aksiologi secara terperinci yang semuanya memiliki berbagai cabang perbedaan. Benar, ilmu filsafat memang telah memberikan peran dan andil positif dalam kehidupan politik, moral, dan sosial pada manusia ketika tidak ada agama yang benar.
Minggu, 15 November 2015
Demokrasi antara Kebebasan, Tatanan, dan Persamaan
Terminologi demokrasi menggema hampir di semua penjuru dunia, bukan juga menjadi suatu icon dalam suatu negara melainkan sebagai simbol perjuangan setiap bangsa yang berusaha mengakhiri tirani otoriterisme. Semangat perjuangan yang demikian dapat dilihat dengan banyaknya partai politik dan kelompok masyarakat yang kian gandrung menggunakan nama demokrasi.
Perjuangan
dan penegakan demokrasi bergulir terutama
pada pertengahan tahun 1970-an hingga akhir tahun 1990-an, di mana
wacana dan gejala demokratisasi bergema luas hampir di seluruh dunia. Memang
tidak ada satu negara pun di dunia ini yang mau di cap pemerintahannya tidak
demokratis. Dengan bentuk negara yang ideal, populer dan menjadi idaman bagi
masyarakat di manapun di seluruh dunia.
Jumat, 13 November 2015
Marxisme
Marxisme adalah salah satu ideologi politik paling berpengaruh di
abad 19 dan 20. Ide-idenya tak hanya mengilhami berbagai aliran pemikiran,
tetapi ide-idenya juga memicu debat sengit mengenai banyak isu, seperti
keseimbangan negara dan pasar dalam produksi dan peran pemerintah yang tepat
dalam masyarakat. Ide-ide Marxisme banyak dipengaruhi oleh tulisan filsuf
Jerman Friedrich Hegel (1770-1831) dan filsafat idealisme dialektiknya.
Rabu, 28 Oktober 2015
Konstruktivisme
Dekade terakhir abad 20 ditandai dengan perubahan signifikan pada
skala global. Berakhirnya perang dingin dan konfrontasi ideologis, menurunnya
kedaulatan negara, dan penyebaran globalisasi telah memicu pemikiran akademis
dalam disiplin ilmu hubungan internasional dan melahirkan debat akademik
tentang sifat dari politik global.
Berbicara Hubungan Internasional, maka kita akan terbayang-bayang dengan teori atau pendekatan yang dari dulu telah eksis seperti realisme dan liberalisme. Namun akhir-akhir ini muncul satu pendekatan baru yang dikenal konstruktivisme. Konstruktivisme sendiri lahir pada 1980-an akibat debat neorealisme dan neoliberalisme, hal ini didasarkan karena kubu konstruktivisme ingin menjebatani atau penengah di antara kedua belah pihak. Konstruktivisme sendiri masih belum dapat dikatakan sebagai sebuah teori selayaknya realisme dan liberalisme, namun disebut sebagai sebuah perspektif (Steans et al, 2010:186).
Berbicara Hubungan Internasional, maka kita akan terbayang-bayang dengan teori atau pendekatan yang dari dulu telah eksis seperti realisme dan liberalisme. Namun akhir-akhir ini muncul satu pendekatan baru yang dikenal konstruktivisme. Konstruktivisme sendiri lahir pada 1980-an akibat debat neorealisme dan neoliberalisme, hal ini didasarkan karena kubu konstruktivisme ingin menjebatani atau penengah di antara kedua belah pihak. Konstruktivisme sendiri masih belum dapat dikatakan sebagai sebuah teori selayaknya realisme dan liberalisme, namun disebut sebagai sebuah perspektif (Steans et al, 2010:186).
Rabu, 21 Oktober 2015
Liberalisme
Dalam studi Hubungan Internasional terdapat berbagai perspektif
mengenai fenomena ataupun permasalahan yang terjadi dalam lingkup nasional
maupun internasional. Liberalisme muncul antara abad ke-17 dan 19 di Prancis,
Inggris, dan Amerika Serikat. Tokoh-tokoh liberal seperti filsuf Prancis
pra-revolusi Voltaire (Francois Marie Arouet) (1694-1778), yang memerangi
intoleransi dan takhayul, Denis Diderot (1713-1784), yang percaya pada nilai
pengetahuan dan reformasi sosial. Tokoh liberal lain yang tak kalah saing
adalah filsuf Jerman Immanuel Kant (1724-1804), yang mendukung ilmu pengetahuan
dan nalar, menyukai kewarganegaraan global dan ungkapannya yang paling terkenal
terutama bagi negara penganut demokrasi, bagi Kant demokrasi lebih damai daripada
otokrasi. Negara demokrasi tidak akan mengalami konflik sesama negara
demokrasi. Filsuf lain dari Inggris John Locke (1632-1704), yang berpendapat
bahwa rakyat memiliki hak-hak yang tak bisa dicabut, dan paling terkenal yakni
Adam Smith (1723-1790), penulis The Wealth of Nation, seorang bapak
kapitalisme, penganjur perdagangan bebas, dan penentang perbudakan yang banyak
dilakukan pada saat itu.
Rabu, 07 Oktober 2015
Realisme
Realisme
telah lama menjadi salah satu pendekatan teoritis utama untuk studi hubungan
internasional (HI). Ini adalah tradisi intelektual yang didasarkan pada konsep
dan argumen tertentu tentang apa yang mengatur politik antarnegara-negara.
Jadi, rumusan utamanya ditekankan pada sistem internasional dicirikan oleh
anarki, dengan negara sebagai aktor utamanya, yang berdaulat dan bertindak
rasional berdasarkan kepentingan nasional, terutama kepentingan keamanan dan
survival. Untuk memastikan survival, negara terus-menerus meningkatkan
kekuatan, yang pada akhirnya akan menimbulkan dilema keamanan dengan negara
lain.
Selasa, 06 Oktober 2015
Understanding you is like state in IR
“Aku tak bisa memungkiri, bahwa setiap manusia pasti akan merasakan
fitrahnya, termasuk permasalahan ketertarikannya terhadap lawan jenis, maka
jika harus demikian, untuk apa jika hati ini aku tambatkan kepada siapa yang
bukan orangnya nanti, jika memang hati ini sangat peka terhadap pengaruh diri
yang memilikinya ketika hati ini salah dalam pengelolaanya”.
Jumat, 11 September 2015
Selasa, 26 Mei 2015
A smile which is over with the tears
By: Robeth fikri alfiyan
I am quiet with poignantly
I am dumb with clarity
I do not feel the sun warm
I am not able to feel your warm touch
Langganan:
Postingan (Atom)



