Powered By Blogger

Jumat, 20 November 2015

Menyikapi Tragedi 13/11 PARIS



Pada dasawarsa kali ini kita kembali dikejutkan dengan pengeboman yang terjadi di ibu kota Paris, Perancis, membuat Eropa dan dunia kembali berduka. Diduga pengeboman ini dilakukan kelompok militan ISIS (Islamic State of Iraq and Suriah). Serangan ini mengakibatkan 170-an orang meninggal dan kemungkinan juga akan masih terus bertambah. 6 lokasi menjadi tempat sasaran penembakan dan pelemparan bom tempat-tempat seperti restoran, bar, dan gedung teater Bataclan yang menjadi salah satu angka kematian terbanyak dalam teror ini yakni 112 teridentifikasi meninggal dunia.

Kamis, 19 November 2015

ETIKA KAMPANYE PARA CALON PILKADA SERENTAK



Di tahun 2015 Indonesia akan menyelenggarakan Pilkada Serentak tepatnya pada 9 Desember untuk tahap pertama sisanya digelar Februari 2016 untuk tahap kedua dan Juni 2018 untuk tahap ketiga. Pertarungan akan segera dimulai lagi paska berakhirnya Pemilihan Umum Presiden dan Legislatif di tahun 2014 lalu. Para Parpaol mempersiapkan kaderisasi jauh-jauh hari sebelum pertarungan ini dimulai. Banyak cara yang digunakan oleh Parpol untuk merekrut para calon dalam Pilkada kali ini. Pemilihan yang selektif dan ketat harus diimplikasikan mengingat banyak para calon yang hanya mementingkan dirinya sendiri jauh hari dengan mengabaikan aktivitas sebelum Pilkada ini akan dimulai.

Rabu, 18 November 2015

Haruskah Setya Novanto (Ketua DPR-RI) Mundur?



Banyak pihak beranggapan bahwa kasus pencatutan yang dilakukan Ketua DPR-R1 Setya Novanto kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengenai PT Freeport telah keterlaluan, apalagi sebagai orang nomer satu di parlemen bertindak semena-mena yang seharusnya menjadi roda pengawas bagi pemerintahan dan penyambung aspirasi bagi rakyat supaya tidak terjadi stagnasi antara Badan Eksekutif dan Legislatif yang akan berdampak pada kebijakan demi kemajuan ekonomi kedepannya. Memang hal ini belum terbukti secara jelas baik dari pihak MKD sendiri yang belum memutuskan atau pun dari pihak pelapor (Sudirman Said).

Senin, 16 November 2015

Ketidakmampuan Filsafat Melihat Tuhan


Sungguh, saya sudah lama ingin membahas tentang pemikiran para filsuf melihat tuhan. Banyak hal yang menarik dari perspektif yang sengaja dibuat oleh para filsuf barat untuk terus mengelabui pemahaman kita tentang eksistensi Tuhan. Setelah  berfikir dan terus merenungi para pemikir filsafat saya mendapatkan sebuah artikel menarik tentang permasalahan ini. Pikiran dan pemahaman tambah tidak karuan ketika akal saya berusaha keras tuk memahami apa itu ontologi, epistemologi dan aksiologi secara terperinci yang semuanya memiliki berbagai cabang perbedaan. Benar, ilmu filsafat memang telah memberikan peran dan andil positif dalam kehidupan politik, moral, dan sosial pada manusia ketika tidak ada agama yang benar. 

Minggu, 15 November 2015

Demokrasi antara Kebebasan, Tatanan, dan Persamaan


Terminologi demokrasi menggema hampir di semua penjuru dunia, bukan juga menjadi suatu icon dalam suatu negara melainkan sebagai simbol perjuangan setiap bangsa yang berusaha mengakhiri tirani otoriterisme. Semangat perjuangan yang demikian dapat dilihat dengan banyaknya partai politik dan kelompok masyarakat yang kian gandrung menggunakan nama demokrasi.
Perjuangan dan penegakan demokrasi bergulir terutama  pada pertengahan tahun 1970-an hingga akhir tahun 1990-an, di mana wacana dan gejala demokratisasi bergema luas hampir di seluruh dunia. Memang tidak ada satu negara pun di dunia ini yang mau di cap pemerintahannya tidak demokratis. Dengan bentuk negara yang ideal, populer dan menjadi idaman bagi masyarakat di manapun di seluruh dunia.

Jumat, 13 November 2015

Marxisme



Marxisme adalah salah satu ideologi politik paling berpengaruh di abad 19 dan 20. Ide-idenya tak hanya mengilhami berbagai aliran pemikiran, tetapi ide-idenya juga memicu debat sengit mengenai banyak isu, seperti keseimbangan negara dan pasar dalam produksi dan peran pemerintah yang tepat dalam masyarakat. Ide-ide Marxisme banyak dipengaruhi oleh tulisan filsuf Jerman Friedrich Hegel (1770-1831) dan filsafat idealisme dialektiknya.